TUHAN Tidak Butuh Uang
Tak sedikit umat manusia yang terhipnotis oleh ucapan para pemuka agama agar mereka melayani TUHAN dengan cara menjalankan ritual-ritual keagamaan dengan khusyuk; membawa persembahan dan persepuluhan ke gereja dalam bentuk uang; meninggalkan pekerjaan untuk pergi ke pedalaman melayani sesama dengan misi terselubung dimana misinya adalah merubah agama orang lain; membangun dan mendirikan rumah ibadah yang megah; dan lain sebagainya. TUHAN tidak butuh uang. TUHAN tidak terhibur dengan lagu dan doa pujian. TUHAN tidak butuh rumah dan Dia tidak tinggal di dalam gedung buatan tangan manusia, sebab rumahNya adalah hati manusia. TUHAN tidak perlu dilayani karena Dia bukanlah balita atau raja lalim yang ingin segala sesuatunya disiapkan baginya. Sejatinya, TUHAN adalah pelayan manusia. Jika ingin melayani TUHAN, layanilah sesama manusia. Itu dimulai dari melayani diri sendiri, istri atau suami, anak-anak, orang tua juga mertua, saudara terdekat, saudara lainnya, tetangga, teman-teman ...